Showing posts with label dongeng bobo. Show all posts
Showing posts with label dongeng bobo. Show all posts

Tuesday, 12 May 2015

[CERBUNG] BIJI -BIJI HITAM

CERBUNG BOBO 2 BAGIAN

Bobo nomer 45, 12 Februari 2015 (bag. 1)

Putri Uttejana adalah Putri Kerajaan Kanjuruhan yang lebih suka bermain daripada belajar. Sampai suatu hari Kerajaan Kanjuruhan dikepung pasukan kerajaan nun jauh di bumi utara. Apa yang dilakukan Putri Uttejana dan Sang Ayahanda Raja Gajayana?






Sunday, 3 May 2015

Cerpen Bobo Popo yang Gemar Makan

Bobo no.39, terbit 1 Januari 2015




POPO YANG GEMAR MAKAN
*FiFadila*


Penduduk kota Cuongkok hidup dalam kegelapan. Tanah gersang. Hasil panen mereka seringkali habis diambil pencuri. Hanya hutan bambu yang tumbuh teramat rimbun di pinggir kota. Sampai-sampai sinar matahari susah masuk kota karena terhalang rerimbunan daun bambu. Penduduk kota pun tak berani membabat hutan bambu. Menurut kepercayaan masyarakat Cina hutan bambu tidak boleh ditebang.
Suatu hari salah seorang penduduk menemukan seekor bayi panda. Bagi rakyat Cina, panda adalah lambang keseimbangan alam dan kesejahteraan. Untuk itu mereka merawat bayi panda dengan baik di hutan bambu. Panda itu mereka beri nama Popo.

Sunday, 26 October 2014

Cerpen Bobo Legenda Smong

Bobo edisi 28, Kamis 16 Oktober 2014






LEGENDA SMONG
*FiFadila*


            “Halah, itu cuma legenda. Nggak mungkin nyata!” Baron menertawakan ketakutan Rukiyah.
          “Itu bukan legenda belaka. Nenekku mengalaminya sendiri seratus tahun yang lalu. dia bertemu smong di tahun 7. Banyak orang mati tersangkut di pohon durian.” Rukiyah berusaha keras meyakinkan orang-orang. “Smong akan datang setiap seratus tahun. Jadi kita semua harus waspada dengan laut. Kalau bisa kita pindah dari pantai agar tidak kena amuknya yang mengerikan.”
Rukiyah berpegang teguh pada legenda smong dari pulau kelahirannya, Pulau Mentawai. Meski dia sudah bepergian jauh ke ibukota, dia selalu mengingat dan berhitung dengan tahun. Jika neneknya benar maka tahun ini smong akan datang menghantam pantai, menyerang manusia-manusia dan benda yang ada di sekitar pantai.