Sunday, 30 October 2016

Dongeng Bobo Petualangan Torei Rangkong




PETUALANGAN TOREI
Majalah Bobo no 29, Kamis 27 Oktober dan 03 November 2016

Torei Rangkong menemukan topi beludru merah jambu berlonceng salju. Siapakah pemilik topi cantik yang jadi rebutan para binatang betina???

Ide cerita ini berasal dari burung eksotik rangkong atau lebih dikenal dengan nama burung enggang di Kalimantan atau hornbill dalam bahasa Inggris. Burung Enggang menjadi maskot propinsi Kalimantan Barat. Tak heran pula bila banyak sekali lambang, patung, dan poster yang bergambarkan burung ini tersebar di beberapa kota di Kalimantan. Sebenarnya jenis burung rangkong ada banyak, dibedakan dari bentuk dan warna jambul keras di atas paruhnya. ...

Berdasarkan klasifikasi para peneliti burung ada 57 spesies burung rangkong yang tersebar di hutan tropis Asia dan Afrika. 14 spesies tersebut hidup di hutan Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Beberapa spesies termasuk endemik asli Indonesia atau tidak ditemukan di negara lain. 

Ciri khas burung rangkong selain jambul cantik seperti tanduk di atas kepalanya adalah kekuatannya terbang hingga ratusan kilometer. Karena kekuatannya menjelajah hutan, burung rangkong merupakan hewan penebar biji pepohonan paling efektif. Beberapa spesies rangkong yang dikenal luas adalah rangkong gading, rangkong papan, rangkong cula, rangkong badak, rangkong dompet, enggang jambul, julang jambul abu-abu, julang emas, kangkareng perut putih.

Hutan Indonesia yang luas terhampar dari Sabang sampai Merauke merupakan rumah tinggal yang nyaman bagi burung-burung cantik ini. Sayangnya populasi burung ini menyusut akibat perburuan liar. Selain itu pembakaran hutan dan pengalihfungsian hutan menjadi lahan pertanian membuat tempat tinggal burung rangkong semakin sempit. Betapa sayang bila duapuluh tahun kedepan burung cantik ini hanya bisa kita lihat di kebun binatang. Semoga burung-burung cantik ini mendapatkan tempat yang nyaman di hutan sendiri berdampingan dengan pemukiman manusia tanpa gangguan.

Dari ke-khasan Burung Rangkong sebagai satwa endemik Kalimantan, daku tertarik membingkai burung cantik ini sebagai cerita. Kuharap dengan cerita ini dimuat di Majalah Bobo yang beredar di seluruh nusantara, anak Indonesia semakin mengenal, mencintai dan melestarikan kekayaan satwa Indonesia. (*)

1 comment:

fifadila dila said...

Torei the cute Rangkong ^_^